Jumat, 02 November 2007

Nurdin Halid & Pemborosan

Bangsa Indonesia memang boros, The Fédération Internationale de Football Association (FIFA) dalam sidang Komite Asosiasi FIFA yang berlangsung di Zurich, Swiss, Senin 29 Oktober 2007, FIFA menegaskan PSSI harus "mengatur kembali" pemilihan ketua umumnya (Republika, 2 November 2007).

Berikut Hasil sidang Komite Asosiasi FIFA yang berlangsung di Zurich, Swiss 29 Oktober 2007 yang berkaitan dengan Indonesia :

· Indonesia - FIFA sent a letter to the Football Association of Indonesia (PSSI) in June 2007 indicating that the association must reorganise elections, as the electoral process that took place on 20 April 2007 - the day after the ratification of the updated statutes - was not conducted in line with the timelines stipulated in the PSSI statutes. The committee ratified this decision and also decided that in accordance with the statutes, a person who has been convicted of a crime and is currently in prison would not be eligible to stand for election.
Dirilis dari situs fifa.com


Kenapa boros? Setelah Ketua KONI, Rita Subowo membenarkan pernyataan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI bahwa Nurdin Halid diminta mundur, segera memanggil jajaran PSSI untuk bertemu dengan dirinya Jum'at Siang. Tak lama Wakil Presiden RI minta Nurdin Halid berbesar hati terima putusan FIFA (Kompas, 2 November 2007).

Seharusnya, penanganan kasus seperti ini tidak perlu banyak dikomentari/ditindaklanjuti hingga Wakil Presiden. Kalaupun memang Ketua KONI -yang notabene membawahi dan mengangkat kepengurusan organisasi dibawahnya termasuk PSSI- tidak mampu mengatasi, toh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga cukup bisa mengatasinya itupun bisa melewati para deputinya. Sehingga Menegpora & Wapres bisa mengerjakan tugas bangsa lainnya yang tidak kalah penting & mendesaknya.

Tidak ada komentar: